BAB I
PENDAHULUAN
Pembangunan bidang pendidikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama Kota Banjar. Pembangunan pendidikan belum memberikan pelayanan yang merata. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya cakupan pelayanan bagi anak usia dini.
Pendidikan anak usia dini sangat penting. Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia 7 tahun ternyata tidak benar. Menurut hasil penelitian di bidang neurologi, pada usia empat tahun pertama separuh kapasitas kecerdasan manusia terbentuk. Artinya pada usia tersebut otak harus mulai mendapatkan rangsangan agar kecerdasan selanjutnya akan mencapai 100% ketika usia 18 tahun.
Menurut penganut paham Nativisme ketika anak dilahirkan telah memiliki Blue Print berupa bakat sebagai potensi genetis yang dibawanya sejak lahir. Faktor inilah yang membuat anak menjadi individu yang unik karena berbeda dengan individu lainnya. Penganut Nativisme beranggapan bahwa anak berkembang secara alamiseperti bunga ditaman, tumbuh, bertambah tinggi dan berbunga. Perkembangan tersebut mengikuti universalitas tahap perkembangan yang akan dialami oleh setiap anak. Walaupun anak sejak lahir membawa bakat yang lebih dari satu, tetapi bakat itu akan hilang apabila tidak mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa penganut paham inipun mengakui peranan pendidikan dalam mengembangkan kemampuan anak.
Pemerintah Indonesisa merativikasi konvensi tentang perlindungan dean perkembangan anak dalam mendapatkan layanan pendidikan. UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan : (1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannnya sesuai dengan minat dan bakatnya. Kemudian UU No. 20 tahun 2003tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan : (1) PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.
Dalam rangka mendorong dan memfasilitasi masyarakat di bidang layanan pendidikan anak usia dini, Dinas Pendidikan khususnya Subdin PLS PAUD mengadakan Penyelenggaraan Orientasi Pembelajaran Pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2008.
Agar pelayanan hak anak dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, maka mutu tenaga pendidik dan kegiatan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini harus lebih ditingkatkan.
Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini :
1. Cara berfikir masyarakat yang beranggapan kurang pentingnya pendidikan anak usia dini.
2. Terbatasnya dana untuk sekolah.
3. Tenaga pendidik yang kurang berkompeten
Solusi yang disarankan adalah:
1. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya belajar, sehingga dapat menambah pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya.
2. Membantu melalui pendidikan gratis
3. Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik
BAB II
LAPORAN KEGIATAN
2.1 Jadwal Kegiatan
Penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang bertujuan meningkatkan potensi para pendidik PAUD baik dalam peningkatan mutu tenaga pendidik ataupun kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajarannya, pelaksanaan kegiatan bertempat di Hotel Bumi Makmur Indah Lembang Bandung.
Peserta perwakilan dari Kota Banjar sebanyak 5 orang dan 1 orang pembimbing.
Lima orang peserta tersebut adalah :
No Nama TTL PAUD Kecamatan
1 Dede Rohibah Banjar, 28-08-1980 Pelangi Banjar
2 Erva M, A.Ma Ciamis, 30-05-1987 Puncaksari Pataruman
3 Rohaetin Tsm, 06-06-1973 Mawar Purwaharja
4 Shelly Y A, S.Pd Ciamis, 31-10-1983 Arrohman Banjar
5 Siska Vindianita Ciamis, 09-05-1976 Melati 1 Langensari
Pembimbing :
No Nama TTL
1 Maman Kusmana, S.Pd Ciamis, 22-12-1960
Kami berangkat dari Banjar sekitar jam 08.00 WIB pada tanggal 17 oktober 2008. Dengan diantarkan oleh Bp. KaBid dan Bp Kasi, kami sampai di Bandung sekitar jam 12.00 WIB. Waktu pelaksanaan mulai pada hari Jum’at tanggal 17 oktober 2008 sampai hari rabu tanggal 22 Oktober 2008.
Berikut ini jadwal kegiatan secara rinci :
Jam Hari dan Tanggal
Jum’at
/17-10-08 Sabtu
/18-10-08 Minggu
/19-10-08 Senin
/20-10-08 Selasa
/21-10-08 Rabu
/22-10-08
07.00 - Makan pagi Makan pagi Makan pagi Makan pagi Makan pagi
08.00 - Materi 1 Materi 4 Materi 7 Materi 10 Evaluasi
09.00 -
10.00 - Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
11.00 - - - - - Penutupan
12.00 - Makan siang Makan siang Makan siang Makan siang Makan siang
13.00 -
14.00 - Materi 2 Materi 5 Materi 8 Materi 11 Go Home
15.00 - - - - - -
16.00 - - - - - --
17.00 - Mandiso Mandiso Mandiso Mandiso
18.00 - Makan malam Makan malam Makan malam Makan malam -
19.00 Pembukaan
Materi 3 Materi 6 Materi 9 Materi 12 -
20.00 -
21.00 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat -
Peserta yang mengikuti kegiatan penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal ada 26 Kabupaten/Kota seProvinsi Jawa Barat. Sebagian besar peserta adalah utusan dari lembaga yang mendapatkan dana bantuan rintisan dan P2WKSS.
2.2 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan berupa pemberian materi – materi yang disampaikan oleh pemateri yang berbeda secara bergantian dari mulai tanggal 18 Oktober 2008 sampai 21 Oktober 2008, setiap hari dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta kegiatan yang bertema penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Peserta dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan kelas B.
Peserta perwakilan dari Kota Banjar termasuk ke dalam kelompok kelas B yang mengikuti pembelajaran terpisah dengan kelompok kelas A. Kelas A terdiri atas peserta dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Bandung Barat, Bandung Timur dan lain – lain. Dan kelas B terdiri atas peserta dari Kota Banjar, Kota Cirebon, Majalengka, Depok, Bogor, Sukabumi dan lain – lain.
2.3 Hasil Kegiatan
Kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini telah mendorong Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal program pendidikan anak usia dini dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kurikulum yang digunakan.
PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai anak usia enam tahun yang disampaikan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan selanjutnya.
Partisipasi anak dalam program PAUD memberikan manfaat bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya. Kemampuan emosional dan sosial dapat dikembangkan. Begitu pula dalam pengembangan kemampuan verbal dan intelektual. Dengan penanganan yang terpadu antara pendidikan, perawatan dan pemberian gizi maka anak dapat tampil prima. Jika ini dilakukan, ini merupakan bentuk investasi bagi masa depan pengembangan kualitas sosial ekonomi sebuah bangsa.
Secara konseptual hasil penelitian neuroscience menunjukkan, kehidupan intelektual bersumber dari otak manusia. Saat lahir, otak bayi mengandung sekitar 100 milyar neuron. Tidak lama setelah kelahiran, otak bayi menghasilkan bertrilyun – trilyun sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi kebutuhan. Melalui persaingan alami akhirnya sambungan – sambungan yang tidak atau jarang digunakan akan mengalami atrofi. Pemantapan sambungan terjadi apabila neuron mendapatkan informasi yang mampu menghasilkan letupan – letupan llistrik.
Letupan tersebut merangsanng bertambahnya produksi myelin yang dihasilkan oleh zat glial. Makin banyak zat myelin yang diproduksi, makin banyak dendrit – dendrit yang tumbuh. Akibatnya kian menumpuk synaps. Itu artinya lebih banyak neuron – neuron yang menyatu membentuk unit – unit. Kualitas kemampuan otak dalam menyerap informasi tergantung dari banyaknya neuron yang membentuk unit – unit. Otak manusia bersifat hologram yang dapat mencatat, menyerap, menyimpan, memproduksi dan merekonstruksi informasi. Implikasinya adalah anak yang tidak mendapatkan lingkungan yang merangsang pertumbuhan otak atau tidak mendapatkan stimulasi psikososial, seperti jarang disentuh atau jarang diajak bermain, secara fisik perkembangan otaknya akan lebih kecil hingga 20 – 30% dari ukuran normal anak seusianya.
Konsep BCCT (Beyond Center and Circle Time) memberikan pengalaman yang utuh tentang pengembangan potensi dan kepribadian anak pada suatu putaran aktivitas dan waktu tertentu, secara bergiliran. Proses pembelajaran juga didukung dengan memanfaatkan dan mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE). Penyediaan APE ini memberikan pengalaman belajar yang menarik pada anak.
Meskipun program PAUD barudikembangkan dalam satu dasawarsa ini namun banyak keberhasilan yang sudah diraih. Program PAUD nonformal lebih besar pelayanannya hal ini terjadi karena PAUD nonformal tidak terlalu mempersyaratkan adanya gedung, ruangan kelas, dan sarana lain. Penyelenggaraan PAUD nonformal bisa dilakukan di gedung Balai dusun, teras rumah, gedung karang taruna dan lain – lain.
Keberhasilan program Pendidikan Anak Usia Dini tidak lepas dari jasa tenaga pendidik yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran melakukan pembimbingan untuk meningkatkan perkembangan anak usia dini. Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Sebagai pendidik PAUD harus harus memenuhi standar kompetensi pendidik PAUD yaitu :
1. Kompetensi Pedagogik : pengelolaan pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan.
2. Kompetensi Kepribadian : mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi anak didik dan berahlak mulia.
3. Kompetensi Sosial : kemampuan berkomunikasi dan bergaul dengan berbagai tingkatan umur.
4. Kompetensi Profesional : menguasai materi pembelajaran.
2.4 Evaluasi Kegiatan
Untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan dilakukan evaluasi. Demikian juga kegiatan Penyelenggaraan Orientasi Pembelajaran Pendidik PAUD Nonformal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Evaluasi yang dilakukan berbentuk praktek dan tanya jawab.
Uraiannya sebagai berikut:
• Evaluasi bentuk Praktek
Evaluasi bentuk praktek dilakukan dalam bentuk simulasi. Peserta ada yang menjadi tutor dan menjadi warga belajar. Tutor terdiri dari 6 orang yang dibagi menjadi 3. Ketika praktek menggunakan 3 sentra yaitu sentra persiapan, sentra alam dan sentra seni. Setiap sentra ada 2 orang tutor yang mengarahkan kepada warga belajar. Pembelajarannya dimulai dari anak berbaris terlebih dahulu kemudian masuk kelas. Di dalam kelas anak mengawali pembelajaranya dengan berdo’a kemudian bernyanyi. Setelah itu anak dibagi menjadi 3 kelompok dan diberi kesempatan untuk memilih sentra sesuai keinginan. Sentra – sentra tersebut harus dicoba oleh semua anak secara bergantian.
• Evaluasi bentuk Tanya Jawab
Seluruh peserta melakukan tanya jawab dengan peserta yang lain dan juga dengan pemateri.
2.5 Rencana Tindak Lanjut
Semua konsep – konsep yang telah dipaparkan akhirnya mengarah pada satu tujuan yaitu membentuk SDM yang bermutu. Maka dari itu rencana yang akan dilakukan di masa yang akan datang adalah dengan cara menangani anak usia dini haruslah komperhensif. Maksudnya, pendekatan yang harus diambil adalah dengan perawatan dan pendidikan. Di dalamnya ada tiga hal yaitu pendidikan, gizi dan kesehatan. Pengembangannya memerlukan pembenahan internal dari sisi kebijakan, perluasan konsep dan strategi dalam pengelolaan, serta proses sosialisasi dan diseminasi PAUD kepada masyarakat terutama di pedesaan.
BAB III
PENUTUP
Program Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah untuk anak usia dini sebelum melanjutkan pendidikan selanjutnya.
Salah satu pendekatan yang selama ini dikembangkan dalam pelaksanaan Pendidikan adalah pendekatan emosional anak. Melalui pendekatan ini diharapkan anak dapat mengembangkan kreatifitasnya sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
Sehubungan hal diatas, diharapkan pendidikan anak usia dini program PLS mencapai targaet yang diharapkan agar pengembangan pendidikan anak usia dini merata di berbagai daerah dan kalangan.
Atas perhatianny, kami sampaikan terima kasih.


0 komentar:
Poskan Komentar