<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802</id><updated>2011-09-21T20:21:09.765-07:00</updated><title type='text'>SEY</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-363646904666822220</id><published>2009-12-08T06:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T07:07:30.523-08:00</updated><title type='text'>PROPOSAL KF DASAR TAHUN 2009</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Sebagai bagian interen dari pembangunan manusia seutuhnya, pendidikan keaksaraan merupakan hak kemanusiaan setiap penduduk yang harus dipenuhi oleh negara. Hal itu eksplisit tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yang menyatakan bahwa negara berkewajiban “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dalam rangka itulah tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Pandangan idealistik ini mendasari pentingnya pendidikan keaksaraan dalam kehidupan suatu bangsa.&lt;br /&gt;Di dunai internasional, keaksaraan penduduk juga merupakan indikator penting dalam pengukuran indeks pengembangan manusia (IPM). UNDP misalnya, mengukur peringkat IPM suatu negara dilihat dari 3 (tiga aspek yaitu: kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Hal yang disebutkan terakhir ini, dipengaruhi oleh 2 (dua) indikator yakni rata-rata lama pendidikan penduduk yang hanya berkontribusi 1/3 persen, dan angka melek aksara orang dewasa yang mempengaruhi 2/3 persennya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data BPS tahun 2005 jumlah buta aksara di Indonesia, masih sekitar 14,6 juta jiwa yang tersebar di berbagai daerah, terutama di 9 provinsi atau tersebar di 108 Kabupaten/Kota yang menjadi kantong buta aksara. Atas dasar itu pemerintah telah mencanangkan pencapaian terget penuntasan buta aksara yang pada tahun 2009 harus tinggal 5 % penduduk buta aksara diseluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Pencanangan tersebut direspon dan ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama antara Dirjen Pendidikan Luar Sekolah – Depdiknas dengan berbagai instansi dan lembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;Bahkan beberapa tahun terakhir ini, keterlibatan lembaga-lembaga dalam penuntasan buta aksara sangat meningkat dengan tajam.&lt;br /&gt;  Mengingat banyaknya lembaga yang akan melaksanakan percepatan penurunan angka buta aksara, maka lembaga-lembaga tersebut perlu diseleksi sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan. Lembaga yang terseleksi dan memenuhi persyaratan, akan diberi bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;  Salah satu lembaga masyarakat, diantaranya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Uswatun Hasanah” yang berlokasi di Desa Situbatu Kecamatan Banjar Kota Banjar, siap untuk menyelenggarakan Program Keaksaraan Fungsional (KF).&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas, didasarkan kepada data dasar yang menunjukkan bahwa di Desa Situbatu Kecamatan Banjar Kota Banjar dan desa-desa sekitarnya masih banyak yang memerlukan Program Keaksaraan Fungsional (KF), yakni masih penyandang TIGA BUTA, yakni Buta Aksara dan Angka, Buta Bahasa Indonesia, dan Buta Pengetahuan Dasar (Keterampilan), yang kelompok usia produktif, dan/atau usia 15 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan KeaksaraanFungsional&lt;br /&gt;a. Membelajarkan masyarakat yang buta aksara usia 15 tahun ke atas agar memiliki keterampilan membaca, menulis, berhitung, mendengar dan berkomunikasi teks lisan dan tertulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;b. Memperluas akses penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan.&lt;br /&gt;c. Meningkatkan keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan pengetahuan sikap dan keterampilan serta berusaha secara mandiri.&lt;br /&gt;d. Membantu meningkatkan indek pembangunan Indonesia melalui peningkatan angka melek aksara secara nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hasil Yang Diharapkan&lt;br /&gt;Program pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan akebutuhan warga belajar. Materi pembelajaran mencakup kegiatan yang dapat membantu mereka dalam mengplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, di utamakan CALISTUNG.&lt;br /&gt;Hasil akhir yang ingin dicapai adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat memotivasi dan memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri serta bagaimana menciptakan masyarakat yang gemar belajar (Learning Society).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;RENCANA PENYELENGGARAAN &lt;br /&gt;PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Program Pembelajaran&lt;br /&gt;Program pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan kebutuhan warga belajar.&lt;br /&gt;   Materi belajarnya didasarkan pada hal-hal tersebut, serta mencakup kegiatan yang dapat membatu mereka dalam mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, diutamakan CALISTUNG.&lt;br /&gt;Tujuan akhirnya adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat memotivasi dan memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri, serta bagaimana menciptakan masyarakat yag gemar belajar (Learning Society).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Proses Pembelajaran&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang digunakan mengutamakan daur sebagai berikut :&lt;br /&gt;DISKUSI – AKSI – MENULIS – MEMBACA - AKSI-BERHITUNG - AKSI dan AKSI FUNGSIONAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tempat dan Waktu Pembelajaran&lt;br /&gt;Desa Situbatu adalah salah satu desa di Kecamatan Banjar yang letaknya berada di perbatasan antara Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. Sebagian besar warga masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan memiliki latar belakang pendidikan yang minim. Maka penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan akan dilaksanakan di tiga dusun yaitu Dusun Awiluar, Dusun Bojong dan Dusun Cisauheun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Warga Belajar Yang Dibelajarkan  dan Target Sasaran &lt;br /&gt;Daftar Warga Belajar dan Target Sasaran &lt;br /&gt;No Nama Target Sasaran&lt;br /&gt;1. Awat Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;2. Iti Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;3. Ningrum Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;4. Tati Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;5. Pio Sopiah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;6. Ipah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;7. Een Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;8. Suhaerah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;9. Kartini Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;10. Enid Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;11. Ijot Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;12. Naswi Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;13. Oon Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;14. Jaemah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;15. Siti Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;16. Nonok R Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;17. Watini Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;18. Encum Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;19. Ocoh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;20. Tasih Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;21 Cicih Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;22 Dioh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;23 Imi Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;24 Yayah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;25 Cawiah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;26 Edah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;27 Eem Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;28 Casmini Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;29 Empat Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;30 Suhati Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Nama Target Sasaran&lt;br /&gt;31 Minah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;32 Eem Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;33 Imik Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;34 Ratmi Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;35 Tasmi Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;36 Emoh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;37 Hatimi Membaca, menulis dan berhitung. &lt;br /&gt;38 Iming Ratmi Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;39 Omon Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;40 Sariah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;41 Julaeha Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;42 Hadis Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;43 Cioh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;44 Ijum Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;45 Suhaerah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;46 Ratniah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;47 Rohanah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;48 Ito Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;49 Aminah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;50 Iyoh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;51 Saenah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;52 Abdullah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;53 Ojoh Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;54 Juhanah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;55 Murnasih Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;56 Jemah Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;57 Kasim Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;58 Ruki Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;59 Edo Membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;60 Iti Membaca, menulis dan berhitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Potensi dan Kemampuan Lembaga Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Keaksaraan Fungsional&lt;br /&gt;Bentuk dan kriteria penyelenggara dilaksanakan oleh Lembaga, yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Uswatun Hasanah”, hal ini didukung oleh hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Memilki pengalaman mengelola Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sejak tahun 2000.&lt;br /&gt;2. Memiliki data dasar&lt;br /&gt;3. Memiliki sarana dan prasarana belajar.&lt;br /&gt;4. Memiliki tenaga tutor dan tenaga administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Sarana dan Prasarana Pendukung Yang  Dimiliki&lt;br /&gt;Sarana / prasarana belajar yang telah disediakan diantaranya :&lt;br /&gt;a. Papan tulis&lt;br /&gt;b. ATK Warga Belajar, Tutor dan Kelompok Belajar.&lt;br /&gt;c. Modul dan bahan belajar lainnya.&lt;br /&gt;d. Papan Nama Kelompok Belajar.&lt;br /&gt;e. Sarana Administrasi, meliputi :&lt;br /&gt; Daftar Hadir Warga Belajar&lt;br /&gt; Daftar Hadir Tutor&lt;br /&gt; Buku Tamu&lt;br /&gt; Buku Administrasi Kelompok Belajar&lt;br /&gt; Buku Rencana Kegiatan Program Pelakanaan Fungsional&lt;br /&gt; Jadwal Belajar/Pertemuan.&lt;br /&gt; Buku harian Konsultasi antara Warga Belajar dengan Tutor&lt;br /&gt; Buku harian untuk menulis laporan kemajuan Warga Belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Dukungan Masyarakat dan Pemerintah Setempat&lt;br /&gt;Masyarakat Desa Situbatu khususnya Dusun Awiluar, Dusun Bojong dan Dusun Cisauheun serta pemerintah setempat sangat mendukung penyelenggaraan Program Keaksaraan Fungsional. Hal ini terbukti dengan adanya bantuan dari Ketua RT turut serta mengumpulkan daftar warga belajar. Hadirnya masyarakat dan pemerintah setempat pada waktu pelaksanaan kegiatan keaksaraan fungsional. Juga diberikannya ijin untuk menggunakan Bale Dusun setempat sebagai tempat kegiatan pembelajaran Keaksaraan Fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Penyelenggara&lt;br /&gt;1. Struktur Organisasi Keaksaraan Fungsional di PKBM Uswatun Hasanah&lt;br /&gt;a. Ketua     : Lina Herlina&lt;br /&gt;b. Sekretaris    : Maya Rohmayati&lt;br /&gt;c. Bendahara    : Shelly Y A, S.Pd&lt;br /&gt;d. Penanggung Jawab Program KF : Shelly Y A, S.Pd&lt;br /&gt;2. Uraian Tugas&lt;br /&gt;a. Ketua    : &lt;br /&gt;1.  Bertanggung jawab atas kelancaran, keamanan, ketertiban dan keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran keaksaraan Fungsional.&lt;br /&gt;2.  Memberi petunjuk, arahan, bimbingan dan penjelasan kepada seluruh komponen pengurus&lt;br /&gt;3.   Mengkoordinasikan tugas&lt;br /&gt;4.   Menyusun program kegiatan&lt;br /&gt;5.   Menyusun dan memberi petunjuk program dan penggunaan keuangan&lt;br /&gt;6.  Mengoreksi seluruh kegiatan secara bekerjasama dengan pengurus lainnya&lt;br /&gt;b. Skretaris    : &lt;br /&gt; 1.  Menerima dan megadministrasikan program&lt;br /&gt; 2.   Mengatur pengadministrasian kegiatan&lt;br /&gt;3. Menyimpan dan mengatur data kegiatan pelaksanaan pembeljaran KF&lt;br /&gt; 4.   Mengatur tempat pelaksanaan kegiatan&lt;br /&gt; 5.   Menyusun tata tertib pelaksanaan kegiatan&lt;br /&gt; 6.   Membuat laporan kegiatan &lt;br /&gt;c. Bendahara   :&lt;br /&gt;1. Menerima, menyimpan, mengadministrasikan segala hal yang berkaitan dengan dana / pembiayaan kegiatan KF&lt;br /&gt;2. Mengadministrasikan pembukuan keuangan &lt;br /&gt;d. Penanggung Jawab Program : &lt;br /&gt;1.   Mempertanggung jawabkan seluruh aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran KF baik materi ataupun non materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pendidikan Keaksaraan adalah salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah untuk warga masyarakat yang belum dapat membca, menulis, berhitung dan belum memiliki pengetahuan dasar keterampilan.&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan yang selama ini dikembangkan dalam pelaksanaan Pendidikan Keaksaraan adalah menggunakan “Pendekatan Keaksaraan Fungsional”.&lt;br /&gt;    Melalui pendekatan ini diharapkan Warga Belajar dapat menguasai dan menggunakan kemampuan menulis, membaca dan berhitung untuk menganalisa dan memecahkan masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;Sehubungan hal diatas, kami melalu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Uswatun Hasanah” Desa Situbatu Kecamatan Banjar Kota Banjar, mengharapkan adanya bantuan dana untuk penyelenggaraan Keaksaraan Fungsional, untuk sebanyak 60 Warga Belajar.&lt;br /&gt;Atas perhatian dan perkenannya, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Banjar, 11 Mei 2009&lt;br /&gt;      Ketua Penyelenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       LINA HERLINA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-363646904666822220?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/363646904666822220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=363646904666822220' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/363646904666822220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/363646904666822220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2009/12/bab-i-pendahuluan.html' title='PROPOSAL KF DASAR TAHUN 2009'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-4454834111857813783</id><published>2009-11-20T17:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T17:53:08.048-08:00</updated><title type='text'>Laporan Kegiatan Tutor PAUD</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pembangunan bidang pendidikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama Kota Banjar. Pembangunan pendidikan belum memberikan pelayanan yang merata. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya cakupan pelayanan bagi anak usia dini.&lt;br /&gt; Pendidikan anak usia dini sangat penting. Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia 7 tahun ternyata tidak benar. Menurut hasil penelitian di bidang neurologi, pada usia empat tahun pertama separuh kapasitas kecerdasan manusia terbentuk. Artinya pada usia tersebut otak harus mulai mendapatkan rangsangan agar kecerdasan selanjutnya akan mencapai 100% ketika usia 18 tahun. &lt;br /&gt; Menurut penganut paham Nativisme ketika anak dilahirkan telah memiliki Blue Print berupa bakat sebagai potensi genetis yang dibawanya sejak lahir. Faktor inilah yang membuat anak menjadi individu yang unik karena berbeda dengan individu lainnya. Penganut Nativisme beranggapan bahwa anak berkembang secara alamiseperti bunga ditaman, tumbuh, bertambah tinggi dan berbunga. Perkembangan tersebut mengikuti universalitas tahap perkembangan yang akan dialami oleh setiap anak. Walaupun anak sejak lahir membawa bakat yang lebih dari satu, tetapi bakat itu akan hilang apabila tidak mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa penganut paham inipun mengakui peranan pendidikan dalam mengembangkan kemampuan anak. &lt;br /&gt; Pemerintah Indonesisa merativikasi konvensi tentang perlindungan dean perkembangan anak dalam mendapatkan layanan pendidikan. UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan : (1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannnya sesuai dengan minat dan bakatnya. Kemudian UU No. 20 tahun 2003tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan : (1) PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt; Dalam rangka mendorong dan memfasilitasi masyarakat di bidang layanan pendidikan anak usia dini, Dinas Pendidikan khususnya Subdin PLS PAUD mengadakan Penyelenggaraan Orientasi Pembelajaran Pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. &lt;br /&gt; Agar pelayanan hak anak dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, maka mutu tenaga pendidik dan kegiatan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini harus lebih ditingkatkan.&lt;br /&gt;Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini :&lt;br /&gt;1. Cara berfikir masyarakat yang beranggapan kurang pentingnya pendidikan anak usia dini.&lt;br /&gt;2. Terbatasnya dana untuk sekolah.&lt;br /&gt;3. Tenaga pendidik yang kurang berkompeten&lt;br /&gt;Solusi yang disarankan adalah:&lt;br /&gt;1. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya belajar, sehingga dapat menambah pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt;2. Membantu melalui pendidikan gratis&lt;br /&gt;3. Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LAPORAN KEGIATAN&lt;br /&gt;2.1 Jadwal Kegiatan &lt;br /&gt; Penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang bertujuan meningkatkan potensi para pendidik PAUD baik dalam peningkatan mutu tenaga pendidik ataupun kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajarannya, pelaksanaan kegiatan bertempat di Hotel Bumi Makmur Indah Lembang Bandung. &lt;br /&gt; Peserta perwakilan dari Kota Banjar sebanyak 5 orang dan 1 orang pembimbing. &lt;br /&gt;Lima orang peserta tersebut adalah :&lt;br /&gt;No Nama TTL PAUD Kecamatan&lt;br /&gt;1 Dede Rohibah Banjar, 28-08-1980 Pelangi Banjar&lt;br /&gt;2 Erva M, A.Ma Ciamis, 30-05-1987  Puncaksari Pataruman&lt;br /&gt;3 Rohaetin Tsm, 06-06-1973  Mawar Purwaharja&lt;br /&gt;4 Shelly Y A, S.Pd Ciamis, 31-10-1983 Arrohman Banjar&lt;br /&gt;5 Siska Vindianita Ciamis, 09-05-1976 Melati 1 Langensari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembimbing :&lt;br /&gt;No Nama TTL&lt;br /&gt;1 Maman Kusmana, S.Pd Ciamis, 22-12-1960&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami berangkat dari Banjar sekitar jam 08.00 WIB pada tanggal 17 oktober 2008. Dengan diantarkan oleh Bp. KaBid dan Bp Kasi, kami sampai di Bandung  sekitar jam 12.00 WIB. Waktu pelaksanaan mulai pada hari Jum’at tanggal 17 oktober 2008 sampai hari rabu tanggal 22 Oktober 2008. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini jadwal kegiatan secara rinci :&lt;br /&gt;Jam Hari dan Tanggal&lt;br /&gt; Jum’at&lt;br /&gt;/17-10-08 Sabtu&lt;br /&gt;/18-10-08 Minggu&lt;br /&gt;/19-10-08 Senin&lt;br /&gt;/20-10-08 Selasa&lt;br /&gt;/21-10-08 Rabu&lt;br /&gt;/22-10-08&lt;br /&gt;07.00 - Makan pagi Makan pagi Makan pagi Makan pagi Makan pagi&lt;br /&gt;08.00 - Materi 1 Materi 4 Materi 7 Materi 10 Evaluasi&lt;br /&gt;09.00 -     &lt;br /&gt;10.00 - Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat&lt;br /&gt;11.00 - - - - - Penutupan&lt;br /&gt;12.00 - Makan siang Makan siang Makan siang Makan siang Makan siang&lt;br /&gt;13.00 -     &lt;br /&gt;14.00 - Materi 2 Materi 5 Materi 8 Materi 11 Go Home&lt;br /&gt;15.00 - - - - - -&lt;br /&gt;16.00 - - - - - --&lt;br /&gt;17.00 - Mandiso Mandiso Mandiso Mandiso &lt;br /&gt;18.00 - Makan malam Makan malam Makan malam Makan malam -&lt;br /&gt;19.00 Pembukaan&lt;br /&gt; Materi 3 Materi 6 Materi 9 Materi 12 -&lt;br /&gt;20.00      -&lt;br /&gt;21.00 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peserta yang mengikuti kegiatan penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal ada 26 Kabupaten/Kota seProvinsi Jawa Barat. Sebagian besar peserta adalah utusan dari lembaga yang mendapatkan dana bantuan rintisan dan P2WKSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Pelaksanaan Kegiatan&lt;br /&gt; Kegiatan berupa pemberian materi – materi yang disampaikan oleh pemateri yang berbeda secara bergantian dari mulai tanggal 18 Oktober 2008 sampai 21 Oktober 2008, setiap hari dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta kegiatan yang bertema penyelenggaraan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Peserta dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan kelas B.&lt;br /&gt; Peserta perwakilan dari Kota Banjar termasuk ke dalam kelompok kelas B yang mengikuti pembelajaran terpisah dengan kelompok kelas A. Kelas A terdiri atas peserta dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Bandung Barat, Bandung Timur dan lain – lain. Dan kelas B terdiri atas peserta dari Kota Banjar, Kota Cirebon, Majalengka, Depok, Bogor, Sukabumi dan lain – lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Hasil Kegiatan&lt;br /&gt; Kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini telah mendorong Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan orientasi pembelajaran pendidik PAUD Non Formal program pendidikan anak usia dini dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kurikulum yang digunakan.&lt;br /&gt; PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai anak usia enam tahun yang disampaikan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt; Partisipasi anak dalam program PAUD memberikan manfaat bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya. Kemampuan emosional dan sosial dapat dikembangkan. Begitu pula dalam pengembangan kemampuan verbal dan intelektual. Dengan penanganan yang terpadu antara pendidikan, perawatan dan pemberian gizi maka anak dapat tampil prima. Jika ini dilakukan, ini merupakan bentuk investasi bagi masa depan pengembangan kualitas sosial ekonomi sebuah bangsa.&lt;br /&gt; Secara konseptual hasil penelitian neuroscience menunjukkan, kehidupan intelektual bersumber dari otak manusia. Saat lahir, otak bayi mengandung sekitar 100 milyar neuron. Tidak lama setelah kelahiran, otak bayi menghasilkan bertrilyun – trilyun sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi kebutuhan. Melalui persaingan alami akhirnya sambungan – sambungan yang tidak atau jarang digunakan akan mengalami atrofi. Pemantapan sambungan terjadi apabila neuron mendapatkan informasi yang mampu menghasilkan letupan – letupan llistrik. &lt;br /&gt; Letupan tersebut merangsanng bertambahnya produksi myelin yang dihasilkan oleh zat glial. Makin banyak zat myelin yang diproduksi, makin banyak dendrit – dendrit yang tumbuh. Akibatnya kian menumpuk synaps. Itu artinya lebih banyak neuron – neuron yang menyatu membentuk unit – unit. Kualitas kemampuan otak dalam menyerap informasi tergantung dari banyaknya neuron yang membentuk unit – unit. Otak manusia bersifat hologram yang dapat mencatat, menyerap, menyimpan, memproduksi dan merekonstruksi informasi. Implikasinya adalah anak yang tidak mendapatkan lingkungan yang merangsang pertumbuhan otak atau tidak mendapatkan stimulasi psikososial, seperti jarang disentuh atau jarang diajak bermain, secara fisik perkembangan otaknya akan lebih kecil hingga 20 – 30% dari ukuran normal anak seusianya.&lt;br /&gt; Konsep BCCT (Beyond Center and Circle Time) memberikan pengalaman yang utuh tentang pengembangan potensi dan kepribadian anak pada suatu putaran aktivitas dan waktu tertentu, secara bergiliran. Proses pembelajaran juga didukung dengan memanfaatkan dan mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE). Penyediaan APE ini memberikan pengalaman belajar yang menarik pada anak.&lt;br /&gt; Meskipun program PAUD barudikembangkan dalam satu dasawarsa ini namun banyak keberhasilan yang sudah diraih. Program PAUD nonformal lebih besar pelayanannya hal ini terjadi karena PAUD nonformal tidak terlalu mempersyaratkan adanya gedung, ruangan kelas, dan sarana lain. Penyelenggaraan PAUD nonformal bisa dilakukan di gedung Balai dusun, teras rumah, gedung karang taruna dan lain – lain.&lt;br /&gt; Keberhasilan program Pendidikan Anak Usia Dini tidak lepas dari jasa tenaga pendidik yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran melakukan pembimbingan untuk meningkatkan perkembangan anak usia dini. Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. &lt;br /&gt; Sebagai pendidik PAUD harus harus memenuhi standar kompetensi pendidik PAUD yaitu :&lt;br /&gt;1. Kompetensi Pedagogik : pengelolaan pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;2. Kompetensi Kepribadian : mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi anak didik dan berahlak mulia.&lt;br /&gt;3. Kompetensi Sosial : kemampuan berkomunikasi dan bergaul dengan berbagai tingkatan umur.&lt;br /&gt;4. Kompetensi Profesional : menguasai materi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Evaluasi Kegiatan&lt;br /&gt; Untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan dilakukan evaluasi. Demikian juga kegiatan Penyelenggaraan Orientasi Pembelajaran Pendidik PAUD Nonformal Program Pendidikan Anak Usia Dini Subdin PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Evaluasi yang dilakukan berbentuk praktek dan tanya jawab.&lt;br /&gt; Uraiannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Evaluasi bentuk Praktek&lt;br /&gt;  Evaluasi bentuk praktek dilakukan dalam bentuk simulasi. Peserta ada yang menjadi tutor dan menjadi warga belajar. Tutor terdiri dari 6 orang yang dibagi menjadi 3. Ketika praktek menggunakan 3 sentra yaitu sentra persiapan, sentra alam dan sentra seni. Setiap sentra ada 2 orang tutor yang mengarahkan kepada warga belajar. Pembelajarannya dimulai dari anak berbaris terlebih dahulu kemudian masuk kelas. Di dalam kelas anak mengawali pembelajaranya dengan berdo’a kemudian bernyanyi. Setelah itu anak dibagi menjadi 3 kelompok dan diberi kesempatan untuk memilih sentra sesuai keinginan. Sentra – sentra tersebut harus dicoba oleh semua anak secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Evaluasi bentuk Tanya Jawab&lt;br /&gt;  Seluruh peserta melakukan tanya jawab dengan peserta yang lain dan juga dengan pemateri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 Rencana Tindak Lanjut&lt;br /&gt; Semua konsep – konsep yang telah dipaparkan akhirnya mengarah pada satu tujuan yaitu membentuk SDM yang bermutu. Maka dari itu rencana yang akan dilakukan di masa yang akan datang adalah dengan cara menangani anak usia dini haruslah komperhensif. Maksudnya, pendekatan yang harus diambil adalah dengan perawatan dan pendidikan. Di dalamnya ada tiga hal yaitu pendidikan, gizi dan kesehatan. Pengembangannya memerlukan pembenahan internal dari sisi kebijakan, perluasan konsep dan strategi dalam pengelolaan, serta proses sosialisasi dan diseminasi PAUD kepada masyarakat terutama di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah untuk anak usia dini sebelum melanjutkan pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan yang selama ini dikembangkan dalam pelaksanaan Pendidikan adalah pendekatan emosional anak. Melalui pendekatan ini diharapkan anak dapat mengembangkan kreatifitasnya sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;Sehubungan hal diatas, diharapkan pendidikan anak usia dini program PLS mencapai targaet yang diharapkan agar pengembangan pendidikan anak usia dini merata di berbagai daerah dan kalangan.&lt;br /&gt;Atas perhatianny, kami sampaikan terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-4454834111857813783?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/4454834111857813783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=4454834111857813783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/4454834111857813783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/4454834111857813783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2009/11/bab-i-pendahuluan-pembangunan-bidang.html' title='Laporan Kegiatan Tutor PAUD'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-2085933936948946393</id><published>2009-11-20T16:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:25:24.570-08:00</updated><title type='text'>Ngadadarkeun Lalampahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/SwczZUbA18I/AAAAAAAAABQ/gv8lMbKZSCw/s1600/ABCD0001.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/SwczZUbA18I/AAAAAAAAABQ/gv8lMbKZSCw/s320/ABCD0001.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406346387753326530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NGADADARKEUN LALAMPAHAN&lt;br /&gt; Urang sarerea tangtu kungsi boga pangalaman lalampahan ka hiji tempat nu ninggalkeun kesan. Ngadadarkeun lalampahan bisa ku cara ditulis, bisa oge ku lisan.&lt;br /&gt; Rangkay laporan nu kudu disusun nyaeta :&lt;br /&gt;1. Tujuan&lt;br /&gt;2. Tempat anu dituju&lt;br /&gt;3. Waktu jeung pamilon&lt;br /&gt;4. Kagiatan&lt;br /&gt;Conto :&lt;br /&gt;   KARYAWISATA KA PLANETARIUM&lt;br /&gt;a. Tujuan&lt;br /&gt; Kagiatan karyawisata the ngandung tujuan sangkan sakumna murid boga pangaweruhkatut pangalaman, hususna ngeunaan kaayaan di luar angkasa. &lt;br /&gt;b.  Tempat anu dituju&lt;br /&gt; Gedong Planetarium, Jakarta&lt;br /&gt;c. Waktu jeung pamilon&lt;br /&gt; Ieu kagiatan dilaksanakeun dina tanggal 20 Juni 2008, kalawan diiluan ku 300 murid MTsN Binekas.&lt;br /&gt;d. Kagiatan&lt;br /&gt;1) Musieum&lt;br /&gt; Gedong Planetarium the ngawengku musieum anu pernahna di tingkat hiji jeung rohangan utama di tingkat dua, wangunanana ngabelenong kawas kubah masjid.&lt;br /&gt; Di rohangan musieum, murid – murid nitenan sarta nyatet sawatara keterangan jeung gambar pikeun sawalakeuneun. Salian ti gambar, aya deuih potret – potret kajadian samagaha, satelit anu keur ngayakeun panalungtikan, jst. Di ieu rohangan oge dipamerkeun batu meteor anu sawatara waktu kaliwat kungsi ragrag di nagara urang. &lt;br /&gt;2) Filem Planet&lt;br /&gt; Lalajo filem mangrupa kagiatan poko di Planetarium. Beda jeung di gedong bioskop, di dieu mah lalajo the lain dina layar, tapi dina kubah nu ngabelenong badag pisan luhureun urang. Jadi lalajo teh kudu bari tanggah. Kaayaan langit katut jutaan bentang anu katenjo luhureun, nyeples pisan siga kaayaan langit peuting nu saenyana.&lt;br /&gt; Musik katut sosoraan  di eta rohangan mungguh matak keueung kadengena. Leuwih ketir deui barang kadenge sora pesawat angkasa luar nu ngaguruh “mawa” urang ngapung ka saban planet.&lt;br /&gt; Protokol teu eureun – eureun nerangkeun kaayaan bentang jeung planet – planet. Planet Yupiter nu anggangna jutaan mil ti bumi, kawas nyeot ngadeukeutan. Endah pisan katenjona. Cingcin Yupiter nu kawentar, ngaguliweng kawas piring emas ngurilingan eta planet.&lt;br /&gt; Sanggeus kira – kira dua jam “di bawa lalampahan” ka luar angkasa, sada pesawat kadenge ngaguruh deui turun ka bumi. Bareng jeung sora kongkorongok hayam, protokol cacarita, “Urang turun deui di bumi Jakarta.”&lt;br /&gt; Sabada proyektor dipareuman, langit jeung bentang – bentang teh ngiles sapada harita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-2085933936948946393?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/2085933936948946393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=2085933936948946393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/2085933936948946393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/2085933936948946393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2009/11/ngadadarkeun-lalampahan.html' title='Ngadadarkeun Lalampahan'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/SwczZUbA18I/AAAAAAAAABQ/gv8lMbKZSCw/s72-c/ABCD0001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-1253203946276454932</id><published>2009-11-20T16:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:21:06.310-08:00</updated><title type='text'>Lomba Tutor KF Sekota Banjar</title><content type='html'>KERJA KERAS &lt;br /&gt;MENGANTARKAN SHELLY YUSTIANA ANSHORI, S.Pd MERAIH JUARA I TUTOR KF BERPRESTASI &lt;br /&gt;SEKOTA BANJAR TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengalamanku jadi tutor sudah dijalani sejak Shelly masih duduk dibangku kuliah. Ibuku yang seorang Kepala Sekolah Dasar dan aktif sebagai tutor pada pendidikan luar sekolah memacuku untuk ikut terjun sebagai tutor baik pada kelompok Keaksaraan Fungsional, Paket B, dan juga pada program paket C.&lt;br /&gt; Ada perasaan bangga menghiasi hati Shelly dapat membantu mereka yang tidak memiliki kesempatan duduk di sekolah formal. Aku selalu membesarkan hati Warga Belajar agar mereka tetap bersemangat menuntut ilmu.&lt;br /&gt; Pada awalnya aku sering merasa canggung bila menghadapi warga belajar yang rata – rata usianya lebih tua dariku. Namun setelah berjalan, lama – lama justru dirasakan asyik. Menjadi tutor harus memiliki kesabaran dan kemauan yang tinggi.&lt;br /&gt; Pendidikan luar sekolah sangat berbeda dengan pendidikan formal. Jadwal kegiatan belajar harus disesuaikan dengan kesiapan warga belajar bias pagi, siang, sore bahkan malam hari tergantung kesepakatan warga belajar dan tutor.&lt;br /&gt; Pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008, Shelly ditunjuk untuk mengikuti lomba tutor KF berprestasi tingkat kota Banjar mewakili PKBM Uswatun Hasanah Desa Situbatu Kecamatan Banjar Kota Banjar. Persiapan yang dilakukan Shelly cukup melelahkan. Sejak menyusun rencana pembelajaran, menyiapkan alat peraga dan segala hal yang dapat mendukung kegiatan Shelly persiapkan. &lt;br /&gt; Pada saat penilaian, Shelly melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan PANJARAKSI. Tim yuri memperhatikan dengan seksama. Selain melihat KBM, tim yuri juga memperhatikan administrasi yang ada serta biodata peserta lomba.&lt;br /&gt; Perjuangan Shelly yang dilakukan dengan sungguh – sungguh membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan Surat Keputusan dari Wali Kota Banjar, Shelly dinyatakan sebagai juara I Lomba Tutor KF Berprestasi Sekota Banjar. Shelly berhak mewakili Kota Banjar ke tingkat BAKORWIL. KEBERHASILAN Shelly tidak lepas dari dukungan orang – orang yang peduli terhadap PLS. Bu Neni, Bu Hotimah, juga Bu Lina ketua PKBM Uswatun Hasanah banyak sekali memberi masukan – masukan.&lt;br /&gt; Pa Gaos Kepala MTsN Banjar juga memberi dukungan dengan memberi izin kepada Shelly untuk mengikuti lomba tersebut. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu saya sehingga saya berhasil seperti ini. Saya akan merasa sangat bangga bila dapat bertemu langsung dengan Bapak Wali Kota Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Oleh : Shelly Yustiana Anshori, S.Pd&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-1253203946276454932?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/1253203946276454932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=1253203946276454932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/1253203946276454932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/1253203946276454932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2009/11/lomba-tutor-kf-sekota-banjar.html' title='Lomba Tutor KF Sekota Banjar'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-1193871078996489726</id><published>2008-07-29T21:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T21:59:17.494-07:00</updated><title type='text'>30 juli 2008</title><content type='html'>uhh!!!hari ini adalah hari paling menyebalkan coz aku tuh dah bela belain mau pergi padahal badan aku tuh lagi ga enak banget mana idungnya meler terus!!pilek bu?ya iyalah tapi kayanya c aa tuh ga sabaran banget!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-1193871078996489726?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/1193871078996489726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=1193871078996489726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/1193871078996489726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/1193871078996489726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2008/07/30-juli-2008.html' title='30 juli 2008'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-7465088749923843407</id><published>2008-07-25T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T23:04:11.222-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU</title><content type='html'>PERANAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN&lt;br /&gt;DALAM UPAYA MENINGKATKAN MARTABAT&lt;br /&gt;MANUSIA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sistem Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 berbunyi “ Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, cerdas, berakhlak mulia serta memiliki keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan Negara.&lt;br /&gt;            Berkaitan dengan hal tersebut, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh peranan dan kemampuan para steakholder dalam pengelolaan, pengendalian serta pelayanan pada setiap tahapan institusi. Dalam hal ini pendidikan formal maupun pendidikan non formal sama-sama berkewajiaban dalam mendukung tercapainya tujuan pendidik nasional.&lt;br /&gt;            Pendidikan sebagai suatu konsepsi telah dirumuskan secara jelas dalam UUD 1945 alinea ke 4 yang berbunyi “ Mencerdaskan kehidupan bangsa” rumusan tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Para pendiri nagara kesatuan Republik Indonesia telah memikirkan secara matang bahwa pendidikan merupakan salah satu bidang yang diutamakan.&lt;br /&gt;            Kata “Cerdas” dalam kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” tidak hanya meliputi kecerdasan Intelektual saja, namun lebih dari itu yakni meliputi kecerdasan berpikir, cerdas dalam bertindak dan cerdas dalam berbuat terutama cerdas mengatasi berbagai masalah. Kata mencerdaskan kehidupan bangsa yang memiliki makna begitu dalam merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia baik yang duduk sebagai aparat pemerintah, masyarakat juga para orang tua.&lt;br /&gt;            Sasaran bidang pendidikan dituangkan dalam UUD 1945, pasal 31 ayat (1) yang menyebutkan bahwa    “ setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan  “  dan ayat (3) menegaskan bahwa  “pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa “&lt;br /&gt;            Secara khusus, pendidikan nonformal dijelaskan dalam pasal 26 UUD no 20 Tahun 2003 sebagai berikut.&lt;br /&gt;“ (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.&lt;br /&gt;            Saat ini masih sekitar 12 Juta warga negara Indonesia yang  masih buta aksara dan buta angka.Banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya. Faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab masih banyaknya warga negara Indonesia yang tidak pernah mengenal pendidikan formal. Atau mereka drop out di jenjang sekolah yang sangat rendah. Mereka hanya menikmati pendidikan formal dikelas 1,2 atau kelas 3 SD saja.&lt;br /&gt;            Dengan keadaan seperti itu, sudah barang tentu kemampuan baca tulis mereka amat rendah. Bahkan mengingat nama-nama hurup dan angka yang pernah dipelajarinya saja mereka merasa sulit.&lt;br /&gt;            Rendahnya pendidikan mereka sangat berpengaruh kepada martabat kehidupannya. Bagaimanapun rendahnya pendidikan berkaitan dengan martabat kehidupan manusia,Pendidikan akan menentukan cara berpikir, cara bersikap dan cara menghadapi kehidupan ini. Berdasarkan hal –hal di atas penulis mencoba mengungkapkan tulisan yang berjudul “PERANAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DALAM&lt;br /&gt;UPAYA MENINGKATKAN MARTABAT MANUSIA INDONESIA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Warga Belajar Pendidikan Keaksaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pasal 26 UU nomor 20 Tahun 2003 ayat 3 berbunyi “ pendidikan nonformal meliputi Pendidikan keaksaraan” pendidikan keaksaraan adalah pendidikan bagi orang-orang yang hanya pernah duduk disekolah formal paling tinggi sampai kelas tiga saja. Bahkan ada yang drop out dikelas 1 atau kelas 2 SD.&lt;br /&gt;            Pendidikan keaksaraan adalah suatu program pendidikan agar masyarakat Indonesia bebas dari buta aksara dan buta angka. Oleh karena itu pendidikan keaksaraan menyuguhkan materi-materi tahap awal pengajaran membaca menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;            Peserta pendidikan keaksaraan dikenal dengan istilah warga belajar. Warga belajar kebanyakan berusia diatas 15 tahun sampai 60 tahun. Berpareasinya usia mereka maka berpariasi pula kemampuannya.&lt;br /&gt;            Warga belajar bersama-sama dengan para tutor dan penyelenggara bermusyawarah untuk memutuskan waktu pelaksanaan belajar mengeajar. Waktu pelaksanaan bersifat fleksibel sesuai dengan kesepakatan para warga belajar, tutor dan penyelenggara.&lt;br /&gt;            Waktu yang dipilih oleh warga belajar biasanya disesuaikan dengan waktu luang mereka Ibu-ibu yang sejak pagi disibukkan dengan pekerjaan rumah tangganya biasanya memilih waktu sore hari atau malam hari untuk belajar. Waktu yang sudah dipilih dan ditentukan itu harus digunakan seefisien dan seefektif mungkin, mengingat warga belajar memiliki kesibukan lain yang juga sangat penting.&lt;br /&gt;            Berkaitan dengan diberlakukannya wajar dikdas sembilan tahun, aparat pemerintah khususnya pemerintah ditingkat desa bahu membahu dengan steakholder pendidikan untuk mendata siapa saja warganya yang harus mengikuti pendidikan keaksaraan. Dengan kerja keras akhirnya pemerintah desa memiliki data orang-orang yang harus mengikuti pendidikan keaksaraan.&lt;br /&gt;            Pemerintah desa bekerja sama dengan pihak PLS dan PKBM menyelenggarakan pendidikan keaksaraan. Dengan adanya kerjasama yang baik maka warga belajar peserta pendidikan keaksaraan dapat mengenyam pendidikan yang menjadi haknya dengan baik.&lt;br /&gt;            Warga belajar peserta pendidik keaksaraan sangat berbeda dengan para siswa disekolah formal mereka belajar ditempat yang ditentukan dulu melalui musyawarah Bisa dirumah RT, rumah Kepala Desa, Balai Kampung, Balai Desa, Gedung Sekolah terdekat atau tempat-tempat yang dianggap layak untuk belajar.&lt;br /&gt;            Di manapun mereka belajar, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan sesuai dengan program. Dengan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki tenaga Tutor, warga belajar mampu mengikuti kegiatan dengan begitu antusias.&lt;br /&gt;2.2. Implementasi Pendidikan Keaksaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pendidikan Keaksaraan terfokus kepada pembelajaran pengenalan angka dan aksara. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara khusus mengingat berbagai faktor menyangkut keberadaan warga belajar. Dilapangan saaat ini terbukti bahwa jumlah warga belajar pendidikan keaksaraan lebih banyak kaumm wanita daripada  kaum pria dan diatas 17 tahun.&lt;br /&gt;            Warga belajar dengan segala keterbatasannya menuntut para tutor untuk menciptakan situasi belajar yang mampu menumbuhkan minat belajar para peserta didik selain itu materi yang disajikan dipilih materi yang memuat berbagai keterampilan yang dapat dipelajari dan dipraktekkan oleh warga belajar di rumah masing-masing sebagai pekerjaan tambahan untuk menambah penghasilan suami mereka.&lt;br /&gt;            Pada implementasi di lapangan warga belajar dibuat berkelompok, tiap kelompok terdiri dari 10 orang. Tiap kelompok ditangani minimal oleh seorang tutor benar-benar dituntut mampu mendidik warga belajar dalam mengenal angka dan aksara. Selain itu tutor juga harus mampu memberikan pelatihan keterampilan kepada warga belajar.&lt;br /&gt;            Keterampilan yang diajarkan diperhitungkan secara matang agar mampu memberikan manfaat besar. Keterampilan yang diajarkan disampaikan sejak perencanaan, pengumpulan bahan proses pembuatan samapai pada tahap pemasaran.&lt;br /&gt;            Sebagai contoh kelompok keaksaraan yang ada di daerah pinggiran Pangandaran Ciamis selatan sepuluh orang ibu-ibu yang hanya pernah duduk dibangku SD kelas 3, bangkit ingin meningkatkan martabat hidupnya. Mereka adalah kelompok, warga belajar pendidikan keaksaraan.&lt;br /&gt;            Setiap hari selasa dan jum’at pukul 14-00 mereka berkumpul di rumah tutor mereka. Mereka memiliki tekad bulat dan sangat gigih. Mereka yakin bahwa kesengsaraan mereka selama ini dapat berubah jika mereka mau berupaya mengubahnya.&lt;br /&gt;            Kadang kepribadian sangat dirasakan mereka tatkala melihat tetangganya pagi-pagi sudah saling mendahului menuju tempat kerja masing-masing, mereka hanya dapat menyaksikan tetangganya menerima upah kerja bulanan dari pabrik yang ada didaerah mereka. Sebelumnya mereka ingin ikut bekerja seperti yang lain, namun manabisa orang yang tidak punya Ijazah melamar kerja. Penyesalanpun terasa begitu memilukan. Mengapa harus ada orang yang hanya bersekolah sampai kelas tiga, kelas dua bahkan hanya pernah duduk di kelas satu SD saja.&lt;br /&gt;            Berdasarkan kesadaran dirinya, maka warga belajar yang terdiri dari Ibu-ibu itu bangkit. Mereka ingin memiliki derajat dan martabat kehidupan yang layak seperti yang lain. Mereka berkeyakinan bahwa jika mereka memiliki pendidikan yang layak maka mereka akan mendapat kehidupan yang lebih baik disbanding dengan kehidupannya sekarang.&lt;br /&gt;            Mereka dengan penuh disiplin mengikuti pendidikan. Sedikit demi sedikit mereka belajar angka dan aksara. Lalu meningkat belajar kata dan kalimat, menghitung perhitungan sederhana tentang hitungan yang berhubungan dengan kegiatan mereka misalnya menghitung jika berbelanja, membawa uang berapa, dibelanjakan berapa dan dikembalikan berapa dan sisanya berapa.&lt;br /&gt;            Cara belajarnya dari hal-hal yang sederhana. Sedikit demi sedikit ditingkatkan ke  materi yang lebih tinggi. Kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras maka menghasilkan sesuatu yang luar biasa menakjubkan.&lt;br /&gt;            Setelah mahir mempelajari hal-hal yang bersifat dasar tentang angka dan aksara tutor membantu para warga belajar mempelajari keterampilan.Keterampilan yang dipelajari diupayakan keterampilan yang dapat dijadikan sebagai home industri.&lt;br /&gt;            Warga belajar bersama tutor bermusyawarah menentukan keterampilan yang akan dikembangkan. Setelah disepakati oleh kedua belah pihak, maka mulailah tutor membimbing para warga belajar mempelajari keterampilan. Salah satu keterampilan yang dapat dipilih misalnya pembuatan “ sale pisang “&lt;br /&gt;            Dalam pelaksanaan pembelajaran, warga belajar dibimbing keterampilan sambil belajar membaca, menulis dan berhitung. Dalam tahapan yang lebih tinggi tutor dapat melatih warga belajar untuk menulis dikte misalnya tutor mendiktekan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan sale pisang. Peran tutor harus selalu teliti membimbing dan mengarahkan agar warga belajar mampu membaca dan menulis dengan benar.&lt;br /&gt;            Tahap berikutnya tutor memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk menghitung modal yang diperlukan, membayar upah dan hasil penjualan, sehinga mereka dapat mengetahui keuntungan yang dapat diperoleh.&lt;br /&gt;            Keterampilan membuat “ Sale pisang “ dipilih berdasarkan alasan di daerah tempat tinggal warga belajar mudah sekali mendapatkan bahan bakunya. Proses pembuatannya tidak rumit. Hasilnya sangat mudah dipasarkan dan diminati oleh semua kalangan. Dengan demikian warga belajar akan memperoleh beberapa keuntungan. Keuntungan pertama warga belajar menjadi bebas dari buta anggka dan buta aksara. Keuntungan kedua mereka menjadi memiliki keterampilan untuk mengisi waktu luangnya. Hasilnya bisa dipasarkan dan hal itu mendatangkan penghasilan bagi mereka tanpa harus pergi bekerja dipabrik-pabrik.&lt;br /&gt;            Pada awalnya mereka hanya belajar menulis bahan-bahan pembuatan sale, mereka berlatih menulis dan membaca cara-cara pembuatan sale. Pada tahap berikutnya mereka praktek membuat sale sesuai dengan teori yang sudah ditulisnya mereka juga belajar menghitung modal awal yang diperlukan.&lt;br /&gt;            Secara bertahap mereka belajar menulis dengan cara menyalin lalu meningkat berlatih dikte bahkan sedikit demi sedikit mereka belajar menulis paragrap sederhana. Setelah agak mahir menulis bahan-bahan yang diperlukan lalu pembelajaran meningkat ke penulisan proses atau cara – cara pembuatan sale pisang.&lt;br /&gt;            Pisang yang sudah dikupas dibelah menjadi empat atau lima bagian tergantung besar kecilnya pisang. Pisang yang sudah dibelah berbentuk jari itu dijemur hingga kering, Setelah  kering lalu diberi tepung lalu digoreng.&lt;br /&gt;            Proses pembuatan sale pisang yang sederhana itu dapat menghasilkan sesuatu yang menakjubkan. Pisang yang satu kilogramnya hanya Rp. 500,00 bila sudah jadi sale pisang dapat dijual dengan harga Rp. 13.000,00 persatu kilogram.&lt;br /&gt;            Para peserta didik mulai berlatih berhitung dengan materi hitungan yang berkaitan dengan bahan ajar pembuatan sale pisang, Setelah mereka mempelajari perhitungan sejak modal awal proses pembuatan hingga hasil penjualan, mereka begitu semangat dan antusias untuk lebih dalam lagi mengikuti pendidikan keaksaraan yang selama ini diikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Upaya Meningkatkan Martabat Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam AlQur’an dijelaskan bahwa “ Allah akan meninggikan derajat seseorang karena ilmunya “.  Sesuai dengan ayat tersebut juga sesuai dengan azas pendidikan seumur hidup, maka pemerintah terus menerus mengupayakan peningkatan Indeks prestasi manusia yang saat ini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain.&lt;br /&gt;            Pendidikan keaksaraan merupakan salah satu upaya yang sangat mulia dalam meningkatkan martabat manusia Indonesia. Pendidikan Keaksaraan memberikan fakta bahwa pemerintah benar-benar melakukan upaya pemberantasan buta aksara dan buta angka. Karena pemerintah sangat yakin bahwa maju mundurnya martabat bangsa sangat ditentukan oleh maju mundurnya faktor pendidikan.&lt;br /&gt;            Zaman yang semakin maju, zaman globalisasi seperti saaat ini menuntut manusia untuk pandai dan cerdas menghadapi kehidupan yang semakin rumit dan sulit. Manusia dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan dan perubahan informasi baik yang disuguhkan oleh media elektronik maupun dihadirkan oleh media cetak.&lt;br /&gt;            Syarat utama untuk mengikuti dan memahami perkembangan informasi, maka seseorang harus terbebas dari buta angka dan buta aksara. Informasi yang berkembang dapat diserap melalui membaca. Dengan memiliki keterampilan membaca, kita akan mudah menyerap informasi apapun.&lt;br /&gt;            Informasi yang kita peroleh akan membantu kita untuk menentukan sikap apa yang harus kita ambil. Dengan memahami informasi secara benar, kita dapat mengimbangi lajunga zaman dengan menjalani kehidupan yang seimbang. Dengan kemampuan membaca, kita dapat mengetahui kejadian-kejadian atau hal hal yang mungkin dapat membantu kita keluar dari berbagai kesulitan.&lt;br /&gt;            Warga belajar yang dengan gigih, disiplin dan penuh antusias mengikuti pendidikan keaksaraan, dapat merasakan manfaatnya terutama dalam meningkatkan martabatnya sebagai manusia. Mereka dapat bergaul dengan penuh percaya diri.Mereka dapat mengatur kegiatan hidupnya dengan kegiatan- kegiatan yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;            Dengan memiliki kemampuan membaca dan menulis warga belajar dapat menyerap informasi yang mereka butuhkan. Berbagai informasi itu sangat membantu meningkatkan tarap kehidupannya. Mereka akan dengan mudah mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Keterampilan yang mereka miliki akan lebih meningkat dengan membaca berbagai informasi yang mendukung.&lt;br /&gt;            Setelah mengikuti pendidikan keaksaraan, warga belajar sangat menyadari bahwa kebodohan dapat menimbulkan kemiskinan. Dulu ketika mereka belum pandai membaca menulis aksara dan angka mereka tak dapat mempelajari teori-teori apapun. Kini dengan berbekal kemampuan membaca dan menulis, mereka dapat mempelajari teori-teori apapun  yang mereka butuhkan.&lt;br /&gt;            Keterampilan membuat sale pisang yang mereka miliki dapat lebih meningkat setelah mereka mempelajari berbagai teori pembuatan sale pisang. Komposisi bahan dan  penyedap bisa lebih pas sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih enak dan lebih mampu menembus pasar. Mereka juga lebih mampu memperhitungkan modal awal sampai harga jual, sehingga mereka dapat meningkatkan penghasilan. Dengan demikian otomatis mereka akan lebih mampu membiayai kebutuhan kehidupan mereka, akan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. Akhirnya mereka akan lebih meningkat martabat hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat utama. Pendidikan dapat mengentaskan bangsa dari kemiskinan. Salah satu upaya pemerintah dibidang pendidikan adalah dengan menyelenggarakan pendidikan keaksaraan. Pemerintah bekerjasama dengan berbagai komponen berusaha memberantas buta aksara dan buta angka. Pemerintah menyadari bahwa jumlah orang yang buta aksara dan buta angka masih sangat banyak. Oleh karena itu pemerintah mengupayakan adanya gerakan “melek hurup” dan “melek angka”.&lt;br /&gt;            Program pendidikan keaksaraan bukan hanya menyuguhkan materi membaca, menulis dan berhitung saja. Namun selain itu disampaikan juga materi keterampilan. Keterampilan yang dipelajari pada pendidikan keaksaraandimaksudkan agar dapat meningkatkan martabat hidup mereka.&lt;br /&gt;            Tugas tutor pada pendidikan keaksaraan memiliki peranan yang sangat penting.. Tutor berperan sebagai pendidik, teman, sahabat dan juga motivator agar para peserta didik mau mengikuti pendidikan dengan antusias walau usia mereka sudah lewat dari usia sekolah. Tutor harus selalu memacu dan menumbuhkan semangat belajar para peserta didik.&lt;br /&gt;            Kerjasama pemerintah tutor dan pihak-pihak terkait dapat membuat pembelajaran berlangsung sesuai program. Semua pihak sama-sama berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta didik. Semua upaya dilaksanakan dengan tujuan agar pendidikan keaksaraan mampu menggali seluruh potensi warga belajar. Dengan upaya yang maksimal diharapkan Pendidikan keaksaraan dapat meningkatkan martabat manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1. Saran untuk pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Pemerintah hendaknya segera mewujudkan anggaran pendidikan 20 %. Andai saja anggaran pendidikan sudah 20 % besar kemungkinan pendidikan dapat meningkat dengan pesat masyaratakat tidak perlu takut mengeluarkan dana untuk biaya pendidikan. Pemerintah juga hendaknya menambah alokasi dana untuk pendidikan luar sekolah . agar masyarakat yang tidak sempat bersekolah dapat mengikuti pendidikan yang menjadi haknya.&lt;br /&gt;               Pemerintah hendaknya membangun gedung-gedung untuk pendidikan luar sekolah agar pembelajaran pendidikan luar sekolah khususnya pendidikan keaksaraan dapat berjalan lebih optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2. Saran untuk Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Masyarakat hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting.  Berdasarkan kesadaran itu diharapkan masyarakat dapat mengikuti pendidikan sesuai dengan program pemerintah. Saat ini telah dicanangkan program wajar Didkdas sembilan tahun.&lt;br /&gt;               Bila masyarakat sudah melaksanakan program wajar dikdas sembilan tahun maka jumlah warga negara yang buta aksara dan buta angka dapat ditekan bahkan lama kelamaan tidak ada lagi warga masyarakat yang buta aksara dan buta angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N A M A                                    : SHELLY YUSTIANA ANSHORI, S.Pd&lt;br /&gt;TEMPAT TGL LAHIR               : CIAMIS, 31 OKTOBER 1983&lt;br /&gt;PENDIDIKAN                           : SARJANA PENDIDIKAN JURUSAN BIOLOGI     &lt;br /&gt;PEKERJAAN                   : HONORER  ( GURU ), TUTOR KEAKSARAAN    FUNGSIONAL, TUTOR PAKET B DAN TUTOR PAKET C&lt;br /&gt;ALAMAT                                   : JLN SUKAJADI  NO. 35 RT 02 RW 02  DESA&lt;br /&gt;  PURBAHAYU KEC. PANGANDARAN KAB.&lt;br /&gt;  CIAMIS JAWABARAT    46396&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Puji syukur penulis panjatkan kepada Alloh Subhanahu Wata’ala. Berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul    “PERANAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN MARTABAT MANUSIA INDONESIA “.&lt;br /&gt;               Karya tulis ini disusun dengan tujuan ingin memberikan sedikit gambaran tentang keberadaan pendidikan keaksaraan yang secara nyata ikut mendukung penuntasan program pemberantasan buta aksara dan buta angka . Selain itu penulis ingin mengajak kepada semua pihak yang peduli tpendidikan untuk bekerjasama bahu membahu dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional&lt;br /&gt;              Penulis sangat menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, maka kritik atau saran untuk penyempurnaan karya tulis ini penulis terima dengan senang hati. Semoga karya tulis ini bermanfaat. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                               Pangandaran, 20 Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                             Penulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-7465088749923843407?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/7465088749923843407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=7465088749923843407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/7465088749923843407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/7465088749923843407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2008/07/tugas-individu.html' title='TUGAS INDIVIDU'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5545757605772530802.post-6376265925254319290</id><published>2008-06-27T22:39:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T22:41:01.882-07:00</updated><title type='text'>cinta</title><content type='html'>cinta itu buta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5545757605772530802-6376265925254319290?l=sheycute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sheycute.blogspot.com/feeds/6376265925254319290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5545757605772530802&amp;postID=6376265925254319290' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/6376265925254319290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5545757605772530802/posts/default/6376265925254319290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sheycute.blogspot.com/2008/06/cinta.html' title='cinta'/><author><name>shellyyustianablogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04645007526010545935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_SOvsajWww1c/Swc0L7hJB3I/AAAAAAAAABY/wn0OeQ_SrEg/S220/07052009101.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
